Minggu, 02 Oktober 2011

Dasar-dasar Teknik Melukis Kaca Cirebonan

Dasar-dasar Teknik Melukis Kaca Cirebonan
Lukisan Kaca Cirebonan atau yang kita kenal Lukisan Kaca Cirebon merupakan salah
satu cabang seni lukis dengan menggunakan media kaca, dimana teknik melukisnya
adalah terbalik atau melukis dibagian belakang dan menikmati hasilnya dari bagian
depan. Hal ini menjadikan Lukisan Kaca Cirebon sangat spesifik dalam
penggarapannya, karena dengan melukis dibagian belakang sangat membutuhkan
ketelitian, keterampilan dan kesabaran. Kalau tidak demikian maka bisa jadi
hasilnya tidak keruan alias tidak sesuai dengan harapan, karena :
1.
Dengan ketelitian Pelukis Kaca harus mampu untuk menghindari kesalahan dalam
pengecatan, apalagi dalam Lukisan Kaca Cirebon dikenal dengan penggunaan Gradasi
warna atau pewarnaan yang menganut Gelap ke Terang dan Terang ke Gelap. Keteilitan
dalam menggoreskan kwas agar tidak menabrak kontour (garis gambar), ketelitian
dalam mencampur/mengoplos warna dan ketelitian dalam menentukan ragam hias.
2.
Dengan keterampilan Pelukis Kaca dituntut untuk bisa berkreasi dalam
menciptakan desain dengan kekayaan ragam hias. Tanpa keterampilan yang dimiliki ,
mustrahil akan menciptakan karya yang indah dan enak dipandang. Tanpa keterampilan
yang dikuasai, tidaklah mudah menciptakan kreasi-kreasi baru yang mampu melahirkan
daya pesona.
3.
Dengan kesabaran Pelukis Kaca harus mampu menahan emosional berkarya tanpa
rencana, karena kesabaran itu justeru akan memacu dalam mengekploitir imajinasi
menjadi ide dan kreatifitas yang maksimal. Dalam hal melukis diatas kaca dengan
media yang licin, maka kesabaran kita dimulai sejak awal menggoreskan pena atau
rapido yang sangat menentukan kelenturan garis yang dibuat. Selanjutnya kesdabaran
terus dituntut ketika memulai pengisian cat dengan gradasi warna, satu sama lain
harus mempunyai jeda waktu untuk menghindari percampuran warna yang tidak
diinginkan.
Dengan memiliki 3 (tiga) hal tersebut diatas, barulah kita bisa mencoba dasar- dasar teknik melukis kaca Cirebonan yang kami urutkan secara sederhana sehingga mudah untuk dipraktekan, sebagai berikut :
1.
Membuat Desain Gambar.
Membuat Desain Gambar tidaklah semudah yang kita perkirakan, karena
gambar-gambar gaya Cirebon memiliki ragam hias yang spesifik. Untuk itulah
sebaiknya mencari contoh gambar yang baku, seperti Motif Wayang misalnya. Motif
Wayang yang kita pilih pindahkan ke kertas gambar lain yang ukurannya sudah
ditentukan. Kemudian buatlah ragam hias dengan mengkombinasikan Mega Mendung atau
Wadasan sebagai hiasan depan maupun latar bagian belakang. Ketika jadi maka Wayang
akan dikelilingi ragam hias khas Cirebonan yang menarik dan siap diisi cat dengan
gradasi warna yang dipilih.
2.
Memindahkan Gambar ke Media Kaca.
Memindahkan Gambar ke Media Kaca dengan meletakan kertas desain dibalik
kaca dan memindahkannya dibagian muka dengan pena atau rapido warna hitam. Kontour

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar