Minggu, 09 Oktober 2011

Barang Bekas Bisa Menjadi Benda Seni

Barang Bekas Bisa Menjadi Benda Seni



Mulai Selasa malam (06/01/09), setrika besi kuno bekas, tabung gas bekas, gir roda motor bekas, rantai motor bekas, tangki motor bekas, lampu motor bekas, dan laker motor bekas akan mudah ditemui di Bentara Budaya Yogyakarta.

Bukanya berubah fungsi menjadi pasar loak (baca: pasar klithikan), hingga 16 Januari nanti ruang pamer Bentara Budaya menjadi ajang pamer barang-barang bekas yang telah disulap oleh perupa Cahyo Basuki Yopi menjadi benda seni yang patut untuk diapresiasi.

Sebagian besar, barang-barang bekas tersebut memang didapatkan Yopi dari Pasar Klithikan Yogyakarta yang memang dikenal sebagai tempat barang-barang bekas. Setelah mendapatkan barang yang dirasa mempunyai nilai seni, Yopi kemudian memolesnya hingga menjadi benda seni yang lebih mirip seperti mainan.

"Saya mendapatkan barang-barang bekas dari Pasar Klithikan. Setelah itu baru mulai memikirkannya untuk menjadikannya benda seni sesuai dengan kebebasan imajinasi saya," kata Yopi di Bentara Budaya Yogyakarta, Selasa (06/01/09).

Dari barang bekas yang rata-rata berasal dari bahan besi dan baja tersebut, Yopi mampu menghasilkan sejumlah karya seni tiga dimensi yang unik. Seluruh karyanya yang berasal dari besi dan baja bisa digerakkan. Roda yang terbuat dari laker dan gear motor menjadi kunci utama dari karya yang dihasilkannya.

"Roda adalah representasi dari bentuk peradaban yang selalu berkembang dengan pesat. Roda juga memudahkan hidup manusia. Dan yang paling penting, roda mengingatkan saya waktu kecil yang penuh dengan dunia bermain," ujarnya.

Dalam pameran bertajuk "Pudding Hill" ini, Yopi memamerkan sekira 44 karya tiga dimensi dari besi dan baja, 15 karya lukis drawing, dan 3 karya lukis dengan menggunakan media cat air pada kanvas.
 
Oleh kurator pameran Bambang 'Toko' Witjaksono, pameran dengan menggunakan barang bekas akan semakin mendekatkan karya seni itu sendiri dengan pengunjung dan kolektor yang hadir. Lebih lanjut, barang bekas yang telah diolah menjadi sebuah karya tersebut akan mampu memberikan makna baru bagi setiap orang yang melihatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar