Senin, 10 Oktober 2011

Shuji (Kaligrafi Jepang)

Shuji (Kaligrafi Jepang)

Yatta! Hari ini, materi les Bahasa Jepang adalah Shuji (kaligrafi huruf Kanji). Karena menarik, saya bahas saja. Seru lho!
Shuji bersama.

Peralatan
Peralatan apa yang dibutuhkan? Kita lihat yuk! Yang pertama adalah kuas. Kuas ini ada yang besar, ada juga yang kecil.
Kuas
Yang kedua, Tinta Cinta… eh Tinta Cina. Yah, kalau ke Jepang namanya tentu saja jadi Tinta Jepang…
Tinta Cina
Yang ketiga, saya tidak tahu namanya tapi fungsinya untuk mewadahi tinta. Yah, kita namakan saja Palet. Meski kalau dilihat bentuknya lebih tepat disebut ulekan sambal…
Tempat Menaruh Tinta
Nah, yang terakhir adalah kertas. Sediakan dua jenis kertas: Yang jelek dan yang bagus. Yang jelek untuk latihan menulis, sedangkan yang bagus untuk tempat menulis karya terbaik. Kalau anda punya uang untuk dibuang, tentu saja anda bisa menggunakan kertas jenis yang bagus untuk latihan…
Kertas
Menggambar dengan Benar
Nah, sekarang cara menggambar Shuji yang benar. Inilah caranya:
Cara menggambar Shuji yang benar.
Pokoknya, posisi kakinya seperti itu. Posisi kuas harus tegak lurus sama permukaan gambar. Banyaknya mata kuas yang dibalur tinta harus 3/4 dari panjang mata kuas. Oh ya, kertas harus ditahan, agar tidak bergeser. Lebih jelasnya seperti ini,
Kertas harus ditahan oleh beban agar tidak bergeser.
Ngomong-ngomong posisi duduk, berikut ini adalah cara duduk yang salah:
Mau tahu kesalahan mereka? Kesalahan orang paling kiri adalah menggambar sambil jongkok. Kesalahan orang di tengah adalah: 1) duduk dengan posisi seperti makan nasi bungkus, 2) Menahan kertas dengan jempol kaki. Sedangkan kesalahan orang yang paling kanan adalah berpose dengan narsis…
Hasil
Ok, inilah hasilnya! Di kaligrafi ini tertulis “Dokusho”, yang artinya “hobi baca”.
Hasil Shuji punya Uqi
Keren kan? Atau b-b-b-biasa aja? Kalau belum mencoba saya rasa tidak akan merasakan seninya! (Ceila, blagu amat baru sekali gambar ajah…)
Kata sensei, Shuji bisa dipakai untuk melihat sifat seseorang lho… Entah bagaimana caranya. Tapi melihat sifat seseorang bisa lewat macam-macam kan? Mau lewat kartu, tangan, atau shuji, asalkan kita jago ngomong kan beres.
Ok, terima kasih kepada teman-teman dan Dewi-sensei yang telah menyediakan peralatan (saya memang tidak modal, huhuhu). Tanoshikatta so! BTW ini Dewi-sensei yang mengajari kami kaligrafi Jepang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar