Minggu, 02 Oktober 2011

seni kulit telur

Egg Art - SENI KULIT TELUR
 
Bapak asal kota Tegal yang sudah memiliki 3 (tiga) orang anak dengan dibantu oleh Istrinya, dengan gaya logat Tegalnya yang masih kental menceriterakan bagaimana menekuni bidang Karya Seni Kulit Telur ini. Kata Yudhi (Cahyudi Susanto) dengan cara memanfaatkan tehnologi serta dengan Mengkolaburasi antara Tehnologi, Seni dan Religi, menjadikan pekerjaan ini amat sangat mengasyikkan. Tak disangka, dari keisengan merangkai pecahan kulit telur ini Alhamdulillah bisa menghasilkan uang hingga sekarang.

 Sebenarnya dia adalah seorang karyawan swasta yang sudah belasan tahun bekerja dengan penghasilan alhamdulillah bisa di bilang gaji pas pasan dan setiap bulan selalu gali lubang tutup lubang untuk mencukupi kebutuhan seorang istri dan 3 orang anak.

Inspirasi Seni kulit telur muncul pada malam tahun baru 2009. Awalnya, memang sebelumnya dia suka menulis dan menggambar kaligrafi baik di kertas atapun di komputer, dan pernah dengan beberapa media lain dia coba namun kelihatannya cocok dan pas dengan Kulit telur
Di waktu luangnya hari libur yaitu hari Sabtu dan Minggu, juga waktu malam Yudhi selalu rajin bereksperimen dengan kulit telur, membuat kaligrafi, membuat lukisan photo, dan Yudhi selalu berusaha bagaimana caranya agar lukisan photo tidak menambahkan warna lain / cat, kecuali warna hitam, jadi semua asli warna kulit telur, Kulit telur sebelum di gunakan harus di cuci bersih dengan rinso satu persatu, kemudian di jemur hingga kering, kemudian dia memilah milah dengan cara dan tehniknya sendiri dari warna yang paling terang sampai warna yang paling gelap. Nah dari eksperiment tersebut menghasilkan apa yang ia inginkan dan dia promosikan lewat Media Internet dan hasilnya Alhamdulillah sangat tidak terbayangkan.
"Karena dari situ saya yakin seluruh dunia akan melihat karya saya dan ternyata pasar lebih tertarik terhadap produk yang berbau natural. Saya sendiri akan mencoba menempelkan di bentuk lain tunggu saja," ujar pria kelahiran Tegal, 21 April 1964.
”Dan dari Internet inilah, Stasiun TPI bisa menemukan alamat saya, dan saya bisa numpang promo lewat TV, masuk SPI minggu 12 April 2009, jam 6 pagi , terima kasih TPI, semoga TPI makin jaya”
 
Kalau masalah kekuatan, Kulit telur mempunyai kekuatan sangat luar biasa dan semua orang juga tahu bahwa kulit telur mengandung banyak kalsium sehingga tidak bisa rapuh oleh rayap seperti kayu.
 Saya sangat yakin prospek usaha ini sangat bagus. "Usaha ini tidak akan habis di makan waktu, " ucap bapak anak tiga ini yakin. Yudhi berorientasi ingin memasarkan produknya ke luar negeri. Maka, pria yang hobi utak utik sesuatu selalu mengasah kreativitas dan menemukan hal-hal yang inovatif. "Saya melihat masyarakat asing lebih menghargai produk kreatifitas seni. Di Indonesia masyarakatnya kurang, makanya dia ingin mencoba membuat kaligrafi dan photo photo tokoh dunia," tuturnya.
Tanggal 20 April 2009 lalu dia mengikuti pameran di TMII yang dibuka oleh President kita SBY, Yudhi menggelar kreasinya di pameran tersebut, banyak pengunjung yang langsung merespons kreasinya itu dengan baik.
 Modal usaha kerajinan ini bermodal niat, kesabaran, ketelatenan, keuletan, ketelitian dan konsentrasi serta full kreasi juga tehnologi serta mampu mengolah Informasi yg tidak kalah penting di jaman era globalisasi ini, Dia selalu berharap semoga usaha ini mendapatkan Ridho dari Allah SWT, tidak ada aral melintang, selalu sukses, diberi kemudahan seperti apa yang ia dan keluarga harapkan. Amin.
Yudhi, tidak takut apabila usahanya ditiru sehingga semakin banyak persaingan. Menurutnya, semakin banyak kompetitor maka semakin ia berkreativitas. ****

Aneka Kerajinan Cangkang Telur Bernilai Jual Tinggi

Aneka Kerajinan Cangkang Telur Bernilai Jual Tinggi


alloh ... 243x300 Aneka Kerajinan Cangkang Telur Bernilai Jual 
Tinggi
Telur memang enak dimakan dan bergizi tinggi. Ada yang senang dibuat telur dadar, telur mata sapi, telur kecap, omlete, kerak telor dan banyak lagi yang lain. Isinya kita makan dan cangkangnya kita buang ditempat sampah. Dan selalu, kulitnya berakhir di tong sampah menjadi barang tak bernilai.  Bila disikapi dengan penuh imajinasi semuanya bisa disulap jadi lebih bermanfaat, bila kreativitas dan ketekunan diberi tempat, cangkang telur pun bisa menjadi sebuah karya yang indah dan mahal! Lagi-lagi boleh dibilang banyak hal menarik yang justru bisa didapat dari sampah atau limbah.
Kalaupun ada yang jeli melihat peluang bisnisnya mungkin hanya sebagian saja. Seperti yang dilakukan oleh salah satu warga bantul Yogyakarta yang menciptakan berbagai produk keramik dipadu dengan ornamen dari kulit telur seperti Guci Kulit Telur, Botol Kulit Telur dan Bola Kulit Telur.
Cara pembuatannya memang membutuhkan kecermatan dan banyak pengalaman untuk menghasilkan sebuah karya yang indah. Setelah cangkang telur dibersihkan dari kulit arinya, lalu dilakukan pengeringan dan langsung ditempelkan ke berbagai kerajinan dari keramik atau yang lainnya. Selanjutnya dilakukan proses pengeleman dan pengamplasan, kemudian diberi dempul dan diberi pewarna.
Ada juga yang membuat kerajinan batik kayu dengan kulit telur. Hasilnya patung sepasang pengantin jawa dengan pakaian pengantin yang dikreasikan menjadi motif batik dari kulit telur, topeng yang biasanya dibatik, dilukis atau dicat, bisa dikreasikan dengan kulit telur,  lampu meja bermotif batik dengan kulit telur, lilin dalam gelas, kotak, bahkan peralatan rumah tangga.
Kerajinan dari cangkang telur ini cukup menarik untuk ditekuni karena tidak membutuhkan modal besar, dan limbah cangkang telurnya pun juga mudah didapat di berbagai tempat, salah satunya tempat pembuatan dan penjualan kue yang memakai bahan telur, penjual martabak telur dll. Selain bisa menggembangkan kreasi, kreativitas, bisa menghasilkan uang, juga dapat memperkecil jumlah sampah rumah yang berarti ikut berperan serta dalam melestarikan lingkungan.
Jika beberapa kerajinan tadi berasal dari cangkang telur yang sengaja dipecahkan lalu ditempel pada suatu media namun ada yang menggunakan cangkang telur utuh untuk dibuat menjadi ukiran dengan berbagai bentuk yang menarik. Cangkang telur yang diukir haruslah yang sempurna tanpa retak. Setelah isi dikeluarkan, dicuci dan dibersihkan, telur diukir dengan alat khusus.
Proses pengukiran ini harus dilakukan dengan sangat hati – hati agar cangkang telur tidak pecah. Dari beberapa jenis telur yang sering digunakan untuk menjadi ukiran, telur ayam tergolong yang paling sulit untuk diukir karena memiliki cangkang yang tipis. Hampir segala bentuk bisa dituangkan dalam ukiran ini, dari motif binatang, tumbuh-tumbuhan, bentuk-bentuk geometris, logo perusahaan atau merek-merek tertentu, bahkan kaligrafi. Harganya memang cukup mahal, padahal bahannya hanya dari cangkang telur. Namun disinilah letak seninya. Mengubah sesuatu yang tidak berharga menjadi bernilai tinggi.
Biasanya orang melukis di atas kanfas. Namun kini cangkang kulit juga bisa digunakan sebagai media lukisan. Hasilnya cukup unik dan menarik. Motif  lukisannya bisa bermacam-macam bahkan wajah sejumlah tokoh terkenal sekalipun. Selain dilukis telur juga bisa dihias dengan berbagai pernak-pernik seperti glitter, payet, munte,dll. Cangkang yang digunakan bisa dari telur bebek, ayam, putuh, burung kasuari, unta dll. Harganya memang cukup mahal, namun ini sebanding dengan kecermatan, bahan yang dipakai, dan waktu yang dihabiskan untuk melukis atau menghiasnya.
Proses pembuatan kerajinan telur hias tidak terlalu sulit asalkan tahu caranya. Mula – mula bagian bawah cangkang telur dilubangi dengan paku. Kuning telur lalu dipecahkan dengan menggunakan kawat. Selanjutnya mengeluarkan isi telur. Prosesnya dilakukan dengan menyuntikkan udara ke dalam cangkang telur.
Setelah isi telur keluar semua, proses selanjutnya adalah membersihkan bagian dalam cangkang telur. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan air yang dicampur cuka. Campuran air dan cuka disuntikkan ke dalam cangkang telur, dan kemudian dikeluarkan kembali. Setelah isinya dibersihkan, cangkang telur dikeringkan selama dua hari.
Kini mulailah melukis atau menghias cangkang telur. Proses menghias diawali dengan membuat sketsa di kulit telur. Lalu sketsa diberi lem. Setelah itu ditempeli hiasan. Ada juga yang dilakukan dengan teknik memotong cangkang telur, dan dijadikan tempat perhiasan. Karena cangkang telur mudah pecah, maka proses pengerjaannya harus hati – hati.
Aneka kerajinan cangkang telur ini bernilai jual tinggi. Berbagai kerajinan dari cangkang telur ini bisa menjadi alternatif untuk kado atau souvenir ataupun bisa untuk menambah dekorasi dan hiasan rumah.

Seniman Madura Sulap Kulit Telur Jadi Lukisan


Seniman Madura Sulap Kulit Telur Jadi Lukisan


(Foto: Subairi/Koran SI)
(Foto: Subairi/Koran SI)
MADURA- Tak ada yang menyangka, kalau kulit telur yang sering jadi sampah dan dibuang begitu saja, malah bisa dimanfaatkan menjadi karya seni dengan nilai yang cukup tinggi.

Melalui tangan lembut Dodi Satyawan (23), warga Jalan KH Hasyim Ashari No 3, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, Madura, kulit telur bisa dijadikan media untuk lukisan dengan harga jual hingga jutaan rupiah.

Pemuda yang berperawakan kurus tersebut, tak menyangka kalau karya seni yang berbahan dari kulit telur bisa menembus pasaran, baik itu lokal kota besar Surabaya, Bandung, Yogyakarta dan Jakarta, ternyata juga sangat diminati oleh beberapa pencinta seni dari negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Arab.

Dodi yang awalnya hanya berprofesi sebagai tenaga kerja serabutan, tukang giling kelapa tersebut, sebatas mencoba memanfaatkan kulit telur yang dibuang oleh orang tuanya. Selanjutnya, dikumpulkan hingga mencapai puluhan kilogram dan kemudian dijadikan karya nyata yang mengandung nilai seni cukup sensasional.

“Yang pasti, karya ini terinspirasi dari banyaknya kulit telur yang terbuang di rumah saya. Nah, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi karya seni seperti ini (lukisan),” ujarnya.

Pria yang suka warna gelap ini bercerita. Awal mula menciptakan lukisan dari kulit telur tersebut, terjadi saat salah satu saudaranya menerima pesanan atau order kue. Nah, saat ini banyak kulit telur yang berserakan di lantai dan tempat sampah, sehingga kurang sedap dipandang mata.

Tanpa banyak kata, dia langsung mengumpulkan seluruh kulit telur tersebut hingga mencapai berat sekitar 3 kilogram. Tak lama kemudian, dia mengambil papan triplek yang tidak dipakai di belakang rumah, lengkap dengan alat tulis berupa pensil dan kuas kusam yang disimpang digudang belakang rumah.

Dodi secara perlahan-lahan memulai melukis, hingga kemudian dilanjut dengan menempelkan kulit telur yang sudah dibersihkan. Adapun alat bantu untuk menempel telur ke kayu triplek, berupa lem kayu yang biasanya sering digunakan oleh para pengrajin mebel.

“Kalau tidak salah, pertama yang saya lukis adalah jenis batik Madura, karena tergolong mudah dan berkarakter,” terangnya.

Saat ditemui di rumah yang juga dijadikan tempat untuk melukis, Dodi lantas menerangkan cara membuat lukisan dari kulit telur. Menurutnya, karya seni tersebut bila dilihat sepintas cukup gampang, karena hanya tinggal menempel kulit telur diatas media kayu yang sudah digambar terlebih dulu.

Tapi, bila dicoba langsung ternyata mengandung kesulitan yang cukup tinggi. Baik saat menempel kulit telur yang butuh kesabaran dan ketelatenan, hingga saat penggarapan terakhir (finishing) hingga pewarnaan, dituntut untuk memilik jiwa seni yang tinggi.

“Jujur satu, untuk bisa menghasilkan satu lukisan yang berkelas, paling tidak butuh waktu minimal satu bulan. Itupun masih juga banyak yang perlu dibenahi,” ungkap Dodi.

Demikian juga dengan kulit telur yang ditempel, juga tidak boleh sembarangan. Dodi menyatakan, untuk kulit telur yang dipakai, selain dari telur ayam, juga ada telur ayam kampung, bebek dan angsa. Warna dari masing-masing telur, membuat kreasi lukisan semakin tambah menarik. “Tingkat kesulitan yang cukup tinggi, terletak saat menempel dan memilih jenis kulit telur. Itu semua harus disesuaikan dengan bidang garapan,” tambahnya.

Lukisan Pasir Terbesar

Lukisan Pasir Terbesar

Peter sudah melatih keahlian sand art-nya (istilah untuk lukisan/seni yang dibuat di atas pasir) selama lebih dari 10 tahun! Hal yang luar biasa adalah Peter melukis hanya dengan sebuah penggaruk dan tongkat sebagai kuasnya. Setiap minggu pagi, Peter akan bersepeda ke pantai New Brighton dari rumahnya dan mulai melukis dengan tongkat dan penggaruknya. Ketika Peter melukis, dia seperti sedang menari dengan kedua tongkatnya, dan orang-orang di sekitar pantai akan berkerumun untuk menyaksikan lukisannya dengan penuh takjub.



Empat jam kemudian, sebuah lukisan berseni tinggi lahir dari kedua tangan Peter. Akan tetapi beberapa jam kemudian lukisan ini akan langsung dihancurkan oleh gelombang pasang laut, akan tetapi disinilah letak keistimewaan lukisan Peter.
Peter tidak melakukannya untuk pertunjukkan apalagi untuk uang, dia melakukannya untuk mengekspresikan dirinya. Dia mendeskripsikan dirinya sebagai seorang simbolis sejati, meskipun kadang suatu waktu kreativitasnya dipengaruhi oleh hal-hal lain seperi ketika dia frustasi dengan invasi irak oleh amerika, dia mengekspresikan perasaannya lewat lukisannya yang satu ini:





Pasir Bertabur di Helm hingga Motor

Pasir Bertabur di Helm hingga Motor

LUKISAN PASIR - Gusman Adi menggunakan pasir sebagai pengganti pensil untuk melukis. Selain kanvas, ia juga mengkreasikan hiasan pasir di helm, motor, botol, kertas, dan media unik lainnya. Foto: surya/nedi putra aw
MALANG | SURYA - Inspirasi bisa datang dari mana saja, dan itulah yang terjadi pada Gusman Adi. Setelah memutuskan berhenti dari pekerjaannya di sebuah mal, Goofy -panggilan akrabnya- langsung menemukan hasrat aneh setelah melihat pola unik pasir di dasar akuariumnya.
Pola-pola yang dibikin ikan itu terlihat seperti lukisan abstrak, namun ada terlihat seperti bentuk perahu walau tidak begitu sempurna. Dari sana, pria asli Malang, 15 Agustus 1981, langsung tergerak membuat lukisan dari pasir.
“Pekerjaan yang dulu tidak nyaman di hati saya. Setelah melihat pola-pola pasir di akuarium itu, entah bagaimana saya merasa langsung ‘klik’. Apalagi begitu saya memulai membuatnya, saya langsung merasa bahwa ini adalah jalan saya,” katanya.
Namun proses pembuatannya ternyata tidak semudah bayangannya. Alumni Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya ini kesulitan menuangkan idenya dalam bentuk karya.
“Karakter pasir yang tidak solid membuat pola-polanya mudah berubah. Lalu saya punya ide agar pasir itu bisa padat dengan menggunakan kaca untuk mengapitnya. Saya bongkar kaca lemari saya mulai saya susun pasir itu senti demi senti,” ungkapnya.
Karena sulit, lukisan pertamanya dibikin dalam waktu 3 bulan. Lukisan berjudul Tenanglah! itu menggambarkan perjalanan religi Yesus Kristus di tengah badai, ketika laut mengombang-ambingkan biduk.
Dalam perjalanannya membuat lukisan lain, otak bisnisnya bicara, usaha lukisan ini sangat tidak efisiennya waktu pembuatan. Kemudian pria yang jago memainkan alat musik perkusi ini merambah media lain yang tidak umum untuk digambari dengan pasir, seperti helm, gitar, bodi motor, kaca, botol, lemari kayu, lampu, dan benda-benda lain yang diinginkan pelanggannya.
“Semula saya coba-coba di helm. Tidak sampai sehari, saya buat disain gambar ‘smiley’ di bagian belakang helm saya dan ternyata bagus juga. Lalu ada teman yang mlihat helm saya itu dan tertarik. Dia minta dibuatkan motif batik di motornya. Pertama saya ragu, tapi saya juga tertantang untuk mengerjakannya. Saya sanggupi, dan dia akhirnya puas dengan hasilnya,” bebernya.
Setelah mulai terkenal dari mulut ke mulut, Goofy melebarkan sayapnya dengan mendirikan galeri tiga tahun silam, di garasi rumah neneknya, jalan Mawar 17. Galeri yang diberi nama ‘Rumah Pasir’ ini sudah melayani aneka benda-benda yang ditaburi pasir.
Ia mengisi galerinya dengan aneka kerajinan dari kertas bekas, seperti album foto, tempat pensil, lampu tidur, yang ditaburi pasir. Pasir-pasir itu diwarna menggunakan pewarna kertas.
“Ini agar lebih banyak varian warna saja,” ungkapnya.
Tidak puas hanya dengan galeri, Goofy juga menitipkan karyanya ke toko-toko souvenir, dengan sistem penjualan konsinyasi. Pembayaran, ia terima satu bulan sekali.
Rupanya, warga Malang merespons baik karya-karya unik ini ini. Namun, karena tidak memiliki pegawai, banyak pesanan yang terpaksa ditolak. Saat ditemui, Goofy tengah mengerjakan pesanan jam pasir sebagai souvenir pernikahan.
“Pemesan minta dibuatkan 300 buah. Saya kewalahan mengerjakannya, tapi saya syukuri saja, karena rejeki tidak boleh ditolak,” imbuhya.
Untuk stok pasir, Goofy langsung mengambil sendiri pasir di tiga pantai di Kabupaten Malang, yakni di pantai Balekambang, pantai Tamban, dan Sendang Biru.
“Pasir-pasir itu beda warna dan ukuran. Apalagi untuk pasir besi warna hitam, saya hanya menemukannya di Tamban. Itupun saya harus gali terlebih dahulu, dan menggunakan magnet,” terangnya.
Berbicara keuntungan, menurut Goofy relatif. Kalau sepi pembeli, minimal ia mengantungi Rp 2,5 juta perbulan. Namun, rata-rata ia mengantungi Rp 5 juta perbulan.
”Tapi bukan keuntungan yang saya kejar. Tetapi passion melakukan sesuatu yang saya cintai inilah yang utama,” katanya.
‘Message in The Bottle’ Digandrungi
SUVENIR - Selain untuk suvenir pernikahan, Gusman Adi membidik pasar remaja karena remaja gemar hiasan unik. Foto: surya/nedi putra aw
Setelah lama bergelut di dunia pasir, Goofy menyadari bahwa pasar kreasi pasir sangat besar. Ia menemukan untung banyak karena karya-karyanya dibuat dan disesuaikan dengan keinginan konsumen, terutama menembak remaja. Remaja/ABG menjadi segmen utama pembeli menuntut Goofy makin kreatif membuat aneka kebutuhan remaja, seperti gantungan kunci, aneka pernik-pernik seperti jam pasir, gantungan ponsel, hingga lukisan.
Karyanya yang ia juluki Message In The Bottle berwujud botol yang pinggirannya dihiasi tulisan, atau gambar dari pasir. Lalu kemudian botol itu diisi dengan pasir dan daun-daun kering, dan juga sebuah kertas kecil yang diikat. Kertas itu nanti diisi oleh si pembeli. Isinya kebanyakan untuk mengungkapkan isi hati si pembeli.
“Mesaage In The Bottle saya dapat inspirasinya dari cerita anak-anak yang membuat surat, tapi suratnya itu dimasukan ke dalam botol dan disampaikan dengan cara mengalirkan botol itu di sungai. Ide itu saya tangkap dan saya tuangkan ke dalam karya ini. Biasanya digunakan remaja untuk nembak pasangannya. Dan yang beli kebanyakan malah cowok-cowoknya,” katanya lantas tersenyum.
Menurutnya, sasaran pasar anak remaja sangat tepat untuk kerajinan yang digelutinya, karena remaja senang dengan hal-hal yang unik, dan berbeda. Dikatakan, sifat remaja sering cepat bosan dengan aneka hiasan yang muncul, malah dijadikan tantangan untuk membuat karya-karya lain yang lebih unik.
“Bahkan saya mendapat inspirasi untuk melukis foto wajah dengan pasir, itu pun dari mereka yang meminta saya melukis diri mereka dengan pasangannya,” ungkapnya.

Cara membuat lukisan pasir

Cara membuat lukisan pasir

 
 
Cara membuat lukisan dari pasir

Material yang dibutuhkan :
-. PASIR dengan bermacam warna. Meskipun pasir dapat diwarnai dengan berbagai macam warna tapi kami mengkhususkan diri hanya dengan warna alami tanpa pewarnaan, karena tiap jenis pasir dari lokasi  yang berbeda  mempunyai warna warna yang berbeda pula. Dan hasilnya gambar akan tampil lebih natural.
-. LEM KAYU, Triplek (bisa juga kertas tebal, kanvas atau media lainnya), sedikit air, dll.
Alat - alat yang diperlukan:
-. Bermacam ukuran kuas, saringan, tulis, pisau palet, dll.
Cara membuat:
-. Keringkan pasir  benar - benar kering supaya tidak menggumpal pada waktu ditaburkan
-. Saring pasir yang sudah kering supaya butirannya seragam. Saringan yang digunakan bisa bermacam - macam ukuran bila butiran yang dikehendaki bervariasi.
-. Bikin pola yang dikehendaki di atas media yang akan digunakan. Alat tulis yang digunakan harus waterprof, untuk memcegah pola hilang pada waktu dilapisi lem.
-. Olesi pola dengan lem sesuai dengan warna yang direncanakan.
-.Taburi pasir sesuai warna yang diinginkan.
-.Pisahkan pasir yang sudah ditabur dengan cara media dimiringkan atau dipukul perlahan, maka pasir yang tertinggal hanya pasir yang menempel di lem.
-Ulangi sampai pola tertutup seluruhnya.
Pelapisan pasir dilakukan setahap demi setahap sesuai dengan warna pasir. Selesaikan dulu satu warna semuanya sebelum pindah warna, supaya warna tidak bercampur. Bila diperlukan pelapisan dilakukan berulang ulang sampai ketebalan yang dikehendaki, minimal 2 kali untuk menutup permukaan. Pengulangan lapisan diulangi bila lapisan sebelumnya sudah kering. Pada proses ini untuk mendapat hasil yang bagus diperlukan kesabaran yang lebih, sehingga mungkin untuk membikin gambar seperti contoh diatas (ukuran 50x50cm) bisa memakan watu 4 hari.
-. Bila dianggap sudah beres keringkan sampai benar - benar kering dan lem mengering dengan sempurna.
-. Selesai....

membuat lukisan pasir dalam botol

membuat lukisan pasir dalam botol

ini pertama kalinya saya membuat lukisan pasir dalam botol , rasanya seru banget bermula dari tugas yang diberikan oleh Ibu Guru Mulok ( Muatan lokal ) saya.
pada awalnya terasa sulit tetapi setelah saya coba ternyata menyenangkan sekali


pertama - tama saya memasukkan pasir kedalam botol sesuai selera , saya bentuk motif bergunung - gunung , pada akhirnya terbentuk lukisan pasir yang indah , senang rasanya setelah selesai membuatnya , oh ya pada akhir pembuatan jangan lupa di kasih semen putih sebagai tutupnya he....he....he
ini ada beberapa gambar lukisan pasir dalam botol